Sabtu, 11 Oktober 2014

BISNIS DAN ETIKA , ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS


Bab II
1.            Mitos Bisnis Amoral
Bisnis jangan dicampuradukkan dengan etika. Inilah ungkapan-ungkapan menurut De George yang disebut sebagai Mitos Bisnis Amoral. Mitos ini mengungkapkan suatu keyakinan bahwa antara bisnis dan moralitas atau etika tidak ada hubungannya sama sekali. Keduanya adalah dua bidang yang terpisah satu sama lain. Bisnis hanya bisa dinilai dengan kategori dan norma-norma bisnis, bukan dengan kategori dan norma etika.
Menurut mitos ini, tujuan dari bisnis adalah mendatangkan keuntungan sebesar-besarnya, tanpa mengindahkan etika dan moral. Aturan yang dipakai dalam bisnis berbeda dengan aturan dalam kehidupan sosial.

2.            Keutamaannya etika bisnis
Etika sebagai filsafat moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai. Etika sebagai sebuah ilmu yang terutama menitikberatkan refleksi kritis dan rasional.
Manfaat etika bisnis antara lain :
·         Jika jujur dalam berbisnis, maka bisnisnya akan maju
·         Timbulnya kepercaya
·         Kemajuan terjaga, jika perilaku etis terjaga
·         Perolehan laba akan meningkat
·         Bisnis akan terjaga eksistensi dan kesinambungannya

3.            Sasaran dan lingkup etika bisnis

Etika bisnis mencakup hubungan antara perusahaan dengan orang yang menginvestasi uangnya dalam perusahaan, dengan konsumen, pegawai, kreditur dan pesaing.

·         Orang yang menanam uang atau investor menginginkan manajemen dapat mengelola perusahaan secara berhasil, sehingga dapat menghasilkan keuntungan bagi mereka.
·         Konsumen menginginkan agar perusahaan menghasilkan produk bermutu yang dapat dipercaya dan dengan harga yang layak.
·         Para karyawan menginginkan agar perusahaan mampu membayar balas jasa yang layak bagi kehidupan mereka, memberi kesempatan naik pangkat atau promosi jabatan.
·         Pihak kreditur mengharapkan agar semua hutang perusahaan dapat dibayar tepat pada waktunya dan membuat laporan keuangan yang dapat dipercaya dan dibuat secara teratur.
·         Pihak pesaing mengharapkan agar dalam persaingan dilakukan secara baik, tidak merugikan dan menghancurkan pihak lain.

4.             Prinsip-prinsip etika bisnis
Orang-orang bisnis diharapkan bertindak secara etis dalam berbagai aktivitasnya di masyarakat. Harus ada etik dalam menggunakan sumber daya yang terbatas di masyarakat, apa akibat dari pemakaian sumber daya tersebut dan apa akibat dari proses produksi yang dilakukan.
Etika bisnis menyangkut usaha membangun kepercayaan antara masyarakat dengan perusahaan,dan ini merupakan elemen sangat penting buat suksesnya suatu bisnis dalam jangka panjang. Jadi prinsipnya seorang wirausaha lebih baik merugi daripada melakukan perbuatan tidak terpuji.
Menjaga etika adalah suatu hal yang sangat penting untuk melindungi reputasi perusahaan. Masalah etika ini selalu dihadapi oleh para manajer dalam keseharian kegiatan bisnis, namun harus dijaga terus menerus, sebab reputasi sebuah perusahaan yang etis tidak dibentuk dalam waktu pendek tapi akan terbentuk dalam jangka panjang. Dan ini merupakan aset tak ternilai sebagai good will bagi sebuah perusahaan.

5.            Prinsip utama etika bisnis

  1. Otonomi :  Sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan.
  2. Kejujuran : Kejujuran dalam memenuhi syarat-syarat perjanjian, kejujuran dalam penawaran barang dan jasa dengan mutu dan harga yang sebanding, kejujuran dalam hubungan kerja intern.
  3. Keadilan : Memperlakukan setiap orang sesuai dengan haknya masing-masing, baik dalam relasi eksternal maupun internal perusahaan.
  4. Saling menguntungkan : Bisnis dijalankan sedemikian rupa agar semua pihak menikmati keuntungan.
  5. Integritas moral : Tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis.
  6. Etos kerja : Etos Kerja sebenarnya istilah populer untuk “selera bekerja” yang terdiri dari :
-  Semangat (spirit) 
- Self esteem (harga diri)
- Trust (keyakinan)
- Beberapa prinsip etos kerja :

                        •      Kerja adalah Rahmat
                        •      Kerja adalah Amanah
                        •      Kerja adalah Panggilan
                        •      Kerja adalah Aktualisasi
                        •      Kerja adalah Ibadah
                        •      Kerja adalah Seni
                        •      Kerja adalah Kehormatan
                        •      Kerja adalah Pelayanan
6.            Realisasi Moral Bisnis
7.            Etika merupakan ilmu tentang norma-norma, nilai-nilai dan ajaran moral, sedangkan moral adalah rumusan sistematik terhadap anggapan-anggapan tentang apa yang bernilai serta kewajiban-kewajiban manusia. Untuk menjadi masyarakat abad ke-21, ada dua agenda yang harus kita lakukan. Pertama, mencari strategi penyebaran tindakan etis agar etika bisnis menjadi konsensus nasional. Kedua, merekayasa budaya etika bisnis Indonesia, yang mencakup kepentingan pengusaha, konsumen, pengguna jasa, pekerja, dan lingkungan demi masa depan yang cerah. Bisnis tidak bisa dinilai berdasarkan tolok ukur etika moralitas, karena pertimbangan-pertimbangan moral dan etika tidak tepat untuk bisnis. Dengan demikian, etika bisnis perlu berperan sebagai mitos baru bukan sekedar rambu-rambu moralitas.



8.            Pendekatan-pendekatan Stockholder
Perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas dan terutama yang akan atau telah "go public" haruslah menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para investor atau calon investornya. Informasi yang tidak jujur akan menjerumuskan untuk mengambil keputusan yang keliru. 

 Dalam hal ini perlu mendapat perhatian yang serius karena dewasa ini di Indonesia sedang mengalami lonjakan kegiatan pasar modal. Banyak permintaan dari para pengusaha yang ingin menjadi emiten yang akan menjual sahamnya (mengemisi sahamnya) kepada masyarakat. Di pihak lain masyarakat juga sangat berkeinginan untuk menanamkan uangnya dalam bentuk pembelian saham ataupun surat-surat berharga yang lain yang diemisi oleh perusahaan di pasar modal. Oleh karena itu masyarakat calon pemodal yang ingin membeli saham haruslah diberikan informasi secara lengkap dan benar mengenai prospek perusahaan yang go public tersebut. Janganlah sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informsi atas hal ini



















BAB III
ETIKA UTILITARIANISME DALAM BISNIS

Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Ada tiga kriteria objektif dijadikan dasar objektif sekaligus norma untuk menilai kebijaksanaan atau tindakan.
Manfaat : bahwa kebijkaan atau tindakan tertentu dapat mandatangkan manfaat atau kegunaan tertentu.
Manfaat terbesar : sama halnya seperti yang di atas, mendatangkan manfaat yang lebih besar dalam situasi yang lebih besar.
Tujuannya meminimisasikan kerugian sekecil mungkin.
Pertanyaan mengenai menfaat : manfatnya untuk siapa? Saya, dia, mereka atau kita.Kriteria yang sekaligus menjadi pegangan objektif etika Utilitarianisme adalah manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang.
Dengan kata lain, kebijakan atau tindakan yang baik dan tepat dari segi etis menurut Utilitarianisme adalah kebijakan atau tindakan yang membawa manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang atau tindakan yang memberika kerugian bagi sekecil orang / kelompok tertentu. 

Atas dasar ketiga Kriteria tersebut, etika Utilitarianisme memiliki tiga pegangan yaitu  :
  1. Tindakan yang baik dan tepat secara moral 
  2. Tindakan yang bermanfaat besar
  3. Manfaat yang paling besar untuk paling banyak orang.

Dari ketiga prinsip di atas dapat dirumuskan sebagai berikut :
“ bertindaklah sedemikian rupa, sehingga tindakan itu mendatangkan keuntungan sebesar mungkin bagi sebanyak orang mungkin”

Nilai Positif Etika Utilitarianisme
  1. Rasionlitasnya.
Prinsip moral yang diajukan oleh etika ultilitarinisme tidak didasarakan pada aturan – aturan kaku yang mungkin tidak kita pahami.


  1. Universalitas.
Mengutamakan manfaat atau akibat baik dari suatu tindakan bagi banyak orang yang melakukan tindakan itu.Dasar pemikirannya adalah bahwa kepentingan orang sama bobotnya. Artinya yang baik bagi saya, yang baik juga bagi orang lain.

Will Kymlicka, menegaskan bahwa etika ultilitarinisme mempunyai 2 daya tarik yaitu :
a.etika ultilitarinisme
Sejalan dengan instuisi moral semua manusia bahwa kesejahterahan manusi adalah yang paling pokok bagi etika dan moralitas
b.etika ultilitarinisme
Sejalan dengan instuisi kita bahwa semua kaidah moral dan tujuan tindakan manusia harus dipertimbangkan, dinilai dn diuji berdsarkan akibatnya bagi kesejahterahan manusia.

Utilitarianisme Sebagai Proses dan standar Penilaian
Etika Ultilitarinisme juga dipakai sebagai standar penilaian bagi tindakan atau kebijakan yang telah dilakukan. Keriteria – keriteria di atas dipakai sebagai penilai untuk mengetahui apakah tindakan atau kebijakan itu baik atau tidk untuk dijalankan.
Yang paling pokok adalah tindakan atau kebijakan yng telah terjadi berdasarkan akibat dan konsekuensinya yaitu sejauh mana ia menghasilkan hasil terbaik bagi banyak orang. Sebagai penilaian atas tindakan atau kebijakasanaan yang sudah terjadi, criteria etika ultilitarinisme dapat juga sekligus berfungsi sebagai sasaran atau tujuan ketika kebijaksanaan atau program tertentu yng telah dijalankan itu akan direvisi.

Analisa keuntungan dan kerugian
etika ultilitarinisme sangat cocok dipakai untuk membuat perencanaan dan evaluasi bagi tindakan atau kebijakan yang berkaitan dengan orang banyak. Dipakai secara sadar atau tidaak sadar dalam bidang ekonomi, social, politik yang menyangkut kepentinagan orang banyak.





Kelemahan Etika Utilitarianisme

a.                   Manfaat merupakan sebuah konsep yang begitu luas sehingga dalam praktiknya malah menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit. Kaarena manfaat manusia berbeda yang 1 dengan yang lainnya. 
b.                  Persoalan klasik yang lebih filosofis adalag bahwa etika ultilitarinisme tidak pernaah menganggap serius suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai dari suatu tindakan sejauh kaitan dengan akibatnya. Padahal, sangat mungkin terjadi suatu tindaakan pada dasarnya tidak baik, tetapi ternyata mendatangkan keuntungan atau manfaat
c.                   Etika Ultilitarinisme tidk pernah menganggap serius kemauan atau motivasi baik seseorang 
d.   Variable yang dinilai tidaak semuanya bisa dikuantifikasi. Karena itu sulit mengukur dan membandingkan keuntungan dan kerugian hanya berdasarkan variable yang ada.
e.   Kesulitan dalam menentukan prioritas mana yang paling diutamakan.
f.    Bahwa etika ultilitarinisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingn mayoritas. Yang artinya etika ultilitarinisme membenarkan penindasan dan ketidakadilan demi manfaat yang lebih bagi sekelompok orang.

                   http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis



Kamis, 25 September 2014

ETIKA BISNIS

BAB 1
TEORITIKA ETIKA BISNIS 
1.      Teori Pengertian Etika
   a.     Norma Umum
            Norma umum, yaitu aturan-aturan yang berlaku secara umum dalam kehidupan masyarakat, sebagai pedoman dan pengendali tingkah laku dalam pergaulan
b.      Teori Etika Deontologi
            Etika deontologi adalah sebuah istilah yang berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban dan ‘logos’ berarti ilmu atau teori. Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai keburukan, deontologi menjawab, ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Sejalan dengan itu, menurut etika deontologi, suatu tindakan dinilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban. Karena bagi etika deontology yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
c.          Teori Etika Teleologi
            Adalah Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.Teleologi merupakan sebuah studi tentang gejala-gejala yang memperlihatkan keteraturan, rancangan, tujuan, akhir, maksud, kecenderungan, sasaran, arah, dan bagaimana hal-hal ini dicapai dalam suatu proses perkembangan. Dalam arti umum, teleologi merupakan sebuah studi filosofis mengenai bukti perencanaan, fungsi, atau tujuan di alam maupun dalam sejarah. Dalam bidang lain, teleologi merupakan ajaran filosofis-religius tentang eksistensi tujuan dan “kebijaksanaan” objektif di luar manusia .

2.      Bisnis Sebuah Profesi Etis
a.         Etika Terapan
            Terapan etika adalah, dalam kata-kata Brenda Almond, pendiri Society for Filsafat Terapan, "pemeriksaan filosofis, dari sudut pandang moral, isu-isu tertentu dalam kehidupan pribadi dan publik yang penting dari penilaian moral". Dengan demikian istilah yang digunakan untuk menggambarkan upaya untuk menggunakan metode filsafat untuk mengidentifikasi saja benar secara moral tindakan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Terapan etika dibedakan dari etika normatif, yang menyangkut apa yang orang harus percaya untuk menjadi benar dan salah, dan dari etika , yang menyangkut sifat pernyataan moral.
b.         Etika Profesi
            Keiser dalam (Suhrawardi Lubis, 1994: 6-7), etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Sedang Magnis Suseno (1991: 70) membedakan profesi sebagai profesi pada umumnya dan profesi luhur. Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian khusus.
c.          Menuju bisnis sebagai profesi luhur
            Sesungguhnya bisnis bukanlah merupakan profesi, kalau bisnis dianggap sebagai pekerjaan kotor, kedati kata profesi, profesional dan profesionalisme sering begitu diobral dalam kaitan dengan kegiatan bisnis. Namun dipihak lain tidak dapat disangkal bahwa ada banyak orang bisnis dan juga perusahaan yang sangat menghayati pekerjaan dan kegiatan bisnisnya sebagai sebuah profesi. Mereka tidak hanya mempunyai keahlian dan ketrampilan yang tinggi tapi punya komitmen moral yang mendalam. Karena itu, bukan tidak mungkin bahwa bisnis pun dapat menjadi sebuah profesi dalam pengertian sebenar-benarnya bahkan menjadi sebuah profesi luhur.
SUMBER :


Rabu, 14 Mei 2014

Bahasa indonesia 2

Rahasia DiBalik Catatan

Ada yang masih tersimpan rapi dalam hatiku catatan panjang berisi kenangan tentangmu kukira kan abadi seperti cahaya mentari.
Tulisan itu kutemukan dalam selipan sebuah buku kecil berhiasan gambar “ hello kitty “ di jok belkang taksi. Dari bentuk tulisannya aku menduga, pemiliknya pasti cewek !  Tapi, tak ada nama dan alamatnya, Cuma berisi catatan pendek . Tanpa tanggal dan sepertinya tak pernah selesai .
Dalam lembar pertama, yang terbaca Cuma ungkapan sebuah keputusan yang sepertinya sangat berat dilakukan . aku harus mengakhirinya sebelum luka kian menganga . Hanya itu, Aku sempat menduga –duga apa maksudnya? Tapi, sungguh sulit kumengerti. Kesimpulanku, pemilik buku kecil inni pasti dari Fakultas Sastra ! Lembar kedua cuma berisi satu kata perih !!!
Tentu saja , aku semakin tertarik membacanya dan mecoba menganalisa seperti apa sosok penulisnya. Jiwanya pasti lembut . Rambutnya… pasti panjang tergerai. Hidungnya bengir , ada lesung di pipinya yang halus. Bola matanya jernih. Senyumnya menyejukan dan …. Aah, aku jadi asyik mengkhayalkannya.
Konyol rasanya mengkhayal terlalu jauh begini !Tapi, selalu saja setiap melihat buku kecil itu dan membaca isinya ,aku hanyut dalam khayalan. Terkadang, aku membayangkan rambutnya ikal dipotong pendek tak sampai sebahu, gampang tersinggung, tapi tak berani berterus terang. Sebab , pada halaman yang selanjutnya, dia menulis kalimat penuh rasa marah ! harus ada batas, harus ada yang terbalas mari kita nikmati luka ini bersama agar kau tahu rasa perihnya
Pemilik buku kecil ini pasti sedang menghadapi masalah. Tapi, apa masalah yang di hadapinya? Soal cowoknya yang berkhianat? Soal keluarga yang berantakan karena kurang perhatian? Atau soal … sial ! aku jadi terlibat dalam ungkapan yang ditulisnya dalam buku kecil itu. Bukan hanya itu, aku pun punya kecemasan yang sukar untuk dijabarkan dengan kata-kata, ketika membaca lembar selanjutnya. Barangkali Cuma kematian yang bisa menjawab sebab, segalanya sudah terlambat kau yang memulainya , mungkin itu akan membuatmu bahagia.
Bayangkan ! Dia mulai menyinggung tentang kematian. Betapa putus asanya.Betapa berat beban yang disandangnya. Kalau saja aku tahu nama dan alamat pemiliknya, pasti aku akan segera menemui nya dan membantu menemukan jalan keluar dari persoalan yang di hadapinya. Tapi, sayang… dia tak meninggalkan gambaran yang jelas tentang dirinya. Bagaimana mungkin aku bisa menemukannya?
Aku yakin, saat ini dia butuh seseorang teman bicara dan berdiskusi. Aku juga yakin, aku akan mampu menghiburnya. Minimal menjadi pendengar yang baik bagi semua keluhannya. Yang pasti, catatan dibuku kecil tu menimbulkan kegelisahan dalam diriku. Sebab, semakin kubuka lembaran berikutnya, terasa semakin melibatkan perasaanku. Masih perlukah kata maaf? Masih mungkinkah aku berharap? Dan aku limbung di persimpangan.
Aku membacanya tak cukup sekali. Berusaha mencari artinya, tapi sia-sia. Aku ternyata tak pandai mencerna ungkapan – ungkapan yang mirip puisi itu.  Aku tak pandai dalam hal ini. Aku pun pasti tak bisa menyusun kalimat seperti yang dia ungkapkan, jadi… betapa istimewanya dia!
Andai aku punya cewe seperti dia, sungguh akan banyak kutemukan suasana romantic. Melangkah tepi pantai, menanti datangnya matahari di puncak gunung . menyusuri jalan sambil bergandengan tangan. Ah ! kenapa aku jadi senang berandai andai pada sosok yang belum pernah kutemukan? Namun, aku tak bisa melupakan begitu saja kalimat-kalimat yang dia tuliskan. Banyak yang berkesan dan memaksaku untuk terus membuka halaman – halaman berikunya akankah aku menemukan jalan? Akankah aku kembali pulang? Sementara, luka ini masih meninggalkan perih tak berperi
Aku termangu dengan tangan msih menggenggam   buku kecil itu. Aku butuh seseorang untuk memecahkan misteri ini. Tapi, siapa yang paling tepat aku ajak bertukar pikiran? Rasanya tak ada temanku yang gemar menulis puisi. Tapi ..  bukankah Sakti penggemar buku-buku sastra? Ya, aku ingat sekarang. Sakti orang yang paling tepat untuk kuhubungi. Tanpa berkir dua kali, aku segera bergegas menuju meja telpon, menghubunginya. Kebetulan sakti sendiri yang mengangkatnya.
ada apa ini? Tumben telpon malem? Tanya Sakti.
Elo bisa dateng kesini nggak? Sekarang juga! Ada masalah nih! Gue butuh elo.
 Oke oke gue berangkat sekarang juga.
Gue tunggu ya? Makasih banget.
Tak sabar  rasanya menunggu kedatangan Sakti. Sekitar dua puluh menit kemudian, terdengar suara motor sakti berhenti tepat di depan rumahku. Aku segera menyambut dan langsung mengajaknya masuk ke kamarku. Sakti tampak heran. Tapi, aku tak peduli. Aku segera menyodorkan buku kecil itu. Elo baca dulu setelah itu baru kita bicara kataku sambil menyodorkan buku kecil itu tangannya.
Sakti segera membukanya. Keningnya tampak berkerut. Aku berbaring mengamati keseriusan sakti ketika membaca lembar demi lembar tulisan dibuku itu.
Dimana elo nemuin buku ini? Tanya sakti dengan wajah serius . Ditaksi jawabku. Trus, apa yang bikin elo merasa ini begitu penting samapai telpon segala? Tanya Sakti , gue penasaran dan sulit ngerti, apa masalah yang dihadapinya? Tanyaku binggung.
Cuma itu? Mata sakti penuh selidik, aku menggangguk.  Apa hubungan nya dengan elo? Kenal juga nggak dengan dia, kok pusing – pusing mikirin? Tanya Sakti
Gue sendiri heran kenapa perasaan gue jadi terganggu sejak ngebaca tulisannya Ungkapku. Gue pengen banget ketemu sama pemiliknya. Apa yang harus gue lakuin supaya bisa ketemu sama dia? Aku meminta saran Sakti
Alaaa.. gitu aja pusing, bikin aja surat pembaca dikoran, terus bilang elo nemuin buku ini ditaksi. Siapa kata Sakti ringan. Masuk akal juga. Kenapa aku tak berpikir sampai kesitu ya? Ide yang baik sambutku spontan. Thanks atas saranya
Udah ya? Gue cabut dulu. Ada yang harus gue selesaiin diruma! Sakti langsung keluar dari kamarku dan langsung pulang. Aku segera menulis surat pembaca pada lima media sekaligus. Setelah itu, aku baru merasa lega. Tinggal menunggu tanggapan dari pemilik buku misterius itu. Hamper seminggu, aku menanti si pemilik buku sejak surat yang kukirim ke media di muat. Tapi , tak ada tanggapan. Aku jadi rajin duduk diteras menanti datangnya tukang pos atau seseorang yang aku yakin cewek berambut panjang dengan lesung di pipinya.
Hari ini, seperti biasa sepulang dari sekolah, aku duduk-duduk di teras, menunggu membosankan memang, tapi aku tetap penasaran dan yakin dia akan datang. Entah kapan saat aku melonjorkan kaki, mataku melihat seseorang berdiri di muka pintu pagar. Seseprang cowok berkulit hitam, rambutnya awut-awutan tak terawatt dengan kaos yang warnanya memudar. Dia menyapa permisi ….
Mau tak mau, aku menghampirinya . Cari siapa?  Tanyaku dengan tatapan menyelidik. Dia  memakai anting di telinga kirinya, memakai kalung rantai panjang dan ada tato di tanganya. Saya ingin bertemu dengan indraa….  Katanya dengan suara berat.
Anda siapa? Aku memasang ancang –ancang siap bila menghadapi keributan.   Saya pemilik buku yang ditemukan oleh seseorang yang bernama indra dan alamatnya disini, apakah saya bisa ketemu dengan indra?

Aku terpengarah. Tak menyangka! Lenyap sudah khayalanku tentang cewek berambut panjang dengan lesung dipipinya. Betapa jauh beda antara yang tertulis dan yang menuliskannya!

Minggu, 13 April 2014

Bahasa Indonesia 2

BAB I               Latar belakang
            Salah satu contoh usaha kecil menengah adalah salon kecantikan menurut Kusumadewi (2002) adalah sarana pelayanan umum untuk  kesehatan rambut, kulit dan badan dengan perawatan kosmetik secara panduan yang modern maupun tradisional tanpa tindakan operasi (bedah). Di era sekarang masalah penampilan merupakan hal yang mutlak diperlukan setiap mengikuti  tren make–up maupun mengikuti model rambut yang sedang populer. Hal tersebut membuat  keberadaan usaha yang menawarkan jasa kecantikan semakin diperlukan. Tidak heran jika kebanyakan bisnis salon dimulai dari modal yang sederhana.      
            Cantik merupakan dambaan setiap wanita namun dengan pikiran yang terbuka, kecantikan memiliki makna yang begitu luas. Kecantikan tidak hanya dilihat dari fisik. Kecantikan bisa pula dilihat dari rasa percaya diri, keunikan pribadi, dan tidak terpaku pada dimensi visual yang dapat dilihat mata. Kepribadian yang menarik bisa membuat seorang wanita terlihat cantik dan menarik. Kecantikan bisa terpancar dari karakter, perilaku dan pengetahuan. penting adalah suatu perencanaan bisnis yang matang.
            Agar bisa mencapai tingkat perkembangan dan keuntungan usaha yang optimal, seseorang hendaknya mengkaji lebih dahulu bidang usaha yang akan dimasukinya melalui sebuah studi kelayakan bisnis.. Dari pengkajian awal ini pula resiko kegagalan bisa diantisipasi (Umar,2007 dalam studi kelayakan bisnis).
            Salon Santi adalah salon yg melayani bidang tata rias dan wedding, selain itu santi salon juga menyediakan facial, potong rambut, creambath, hair spa, body spa, lulur, menipedi
            Berdasarkan uraian diatas, penulis membuat penulisan ilmiah yang berjudul “ STUDI KELAYAKAN BISNIS USAHA JASA SANTI SALON “

1.1 Tujuan penelitian
            Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui apakah investasi yang akan dilakukan dapat layak untuk direalisasikan atau tidak layak berdasarkan metode PP, NPV, PI, dan IRR

1.2 Pertanyaan penelitian
            Seperti yang diuraikan diatas bahwa penulis akan memamparkan secara lebih jelas masalah yang akan dibahas yaitu bagaimana kelayakan usaha  SANTI SALON dilaksanakan.

1.3 Manfaat penelitian
            Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat :
  1. Bagi Akademik
            Sebagai bahan referensi untuk penelitian di bidang investasi dan sebagai bahan untuk     menambah khasanah pustaka di bidang studi kelayakan bisnis berdasarkan penerapan            yang ada dalam kenyataan
  1. Bagi Praktisi
            Sebagai rekomendasi kebijakan suatu usaha untuk memperbaiki dan menganalisis lebih lanjut mengenai ide bisnisnya
  1. Bagi Peneliti
            Membangun pemikiran usaha untuk memperhitungkan sedemikian rupa dalam   menjalankan bisnis
Bab II               Teori
            Studi kelayakan yang juga sering disebut dengan feasibility study merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan , apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan utama / proyek yang direncanakan. Pengertian layak dalam penilaian studi kelayakan adalah kemungkinan dari gagasn utama / proyek yang akan dilaksanakan memberikan manfaat (benefit), baik dalam arti financial maupun dalam arti sosial benefit ( Ibrahim,2009 ).

BAB III                         Pembahasan             

3.1 Metode yang digunakan
1.      Metode Payback Period
2.      Metode Net Present Value
3.      Metode Profitability Index
4.      Metode Internal Rate of Return              
3.2 Teknik pengumpulan data
1.      Studi pustaka yaitu mengumpulkan data-data secara teoritis yang bersumber dari berbagai literature.
2.      Penelitian lapangan yaitu dengan cara :
a.      Interview, yaitu mengadakan tanya jawab dengan pihak perusahaan.
b.      Observasi yaitu mengadakan penelitian dan peninjauan langsung terhadap kegiatan perusahaan

3.3 Uji validitas  data
            3.3.1 Objek Penelitian
            Objek penelitian adalah pengembangan usaha yang akan dilakukan pada SANTI SALON yang beralamatkan Taman Kebalen blok P5 No 18 Bekasi Utara
            3.3.2 Data yang digunakan
            Data yang digunakan penulis dalam penelitian ilmiah ini adalah data primer yaitu Laporan aliran kas SANTI SALON
            3.3.3  Teknik pengumpulan data
  1. Studi pustaka yaitu mengumpulkan data – data secara teoritis yang bersumber dari berbagai literature.
  2. Penelitian lapangan yaitu dengan cara :
a)      Interview yaitu mengadakan tanya jawab dengan pihak perusahaan
b)      Observasi yaitu mengadakan penelitian dan peninjauan langsung terhadap kegiatan perusahaan
            3.3.4 Alat analisis
1.            Metode Payback Period
-          Jika procced yang dihasilkan tiap tahun yang sama :
                        PP = Jumlah Investasi X 12 Bulan
                                    Proceed
                        Dimana proceed = EAT + Depresiasi
-          Jika proceed yang dihasilkan tiap tahun yang berbeda :
            HP                                =  xxx
            NS                                = (xxx)
            Investasi                      =  xxx
            Proceed tahun 1          = (xxx)
            Sisa investasi  =   xxx
            Proceed tahun 2          = (xxx)
            Sisa investasi  =  xxx
Dan seterusnya sampai investasi  tidak dapat dikurangi dengan proceed selanjutnya, lalu :
                        Sisa investasi                          X 12 Bulan
            Proceed tahun sebelumnya

Jika payback period > umur ekonomis , investasi ditolak
Jika payback period < umur ekonomis,  investasi diterima

2.      Metode Net Present Value
                        NPV =  PV.Proceed – PV. Outlays

            Dimana PV proceed  = Proceed x tingkat suku bunga
            Jika NPV (+) Investasi diterima
            Jika NPV (-) Investasi ditolak

3.      Metode Profitability Index


                        PI =      PV.Proceed
                                    PV.Outlays

            Jika PI > I , Investasi diterima
            Jika PI < I , investasi ditolak

4.      Metode Internal Rate of Return

                        IRR = i              NPV1                          X ( i2 – i1 )
                                                NPV1 – NPV2
            i1                    =  Tingkat bunga ke - 1 NPV1 = NPV Positif
            i2                    = Tingkat bunga ke – 2 NPV2 = NPV Negatif
            Jika IRR > Tingkat bunga, investasi diterima
            Jika IRR < Tingkat bunga, investasi ditolak